Kamis, 27 Agustus 2009

Ukhtiy, Betapa Cintaku padamu tak berbatas waktu..

Aku hanya seorang hamba yang berharap mendapat banyak cinta dari Alloh untuk terus dapat membagi cintaku padamu,,



Kuhanya seorang hamba yang terus berharap mendapat sebuah istana indah disurga lalu bertetangga denganmu,



Ukhti betapa cintaku pada tak berbatas waktu... sedihmu, rintihmu, kucoba menerjemahkannya dalam hatiku, menaungimu dengan senyumku, menabahkan mu dengan do’aku.



Ukhti betapa cintaku tak berbatas waktu, andai kudapat menyelami tiap jengkal hatimu kan kutapaki itu, andai kudapat pahami setiap pita indah jiwamu kan ku rajut ia dan kupilin dengan benang ukhuwahku...



Ukhti, tak kuharap cintaku berbalas, karena cintaku padamu karena Alloh. ku berusaha mencintaimu lebih dari diriku karena ikrarku pada Kekasihku, tempat ku menapaki cinta dan membawanya dalam semburat malamku,, membawa doaku sambil kueja satu persatu wajahmu...



Ukhti keterbatasanku tak dapat menunjukkan cintaku... tapi aku punya banyak rindu, harap, ruang untuk mengerti tiap jengkal asa yang coba kau warnai setiap hari dengan merah, jingga, biru, atau bahkan kelabu.



Ukhti betapa cintaku padamu tak berbatas waktu,, hingga tak kurelakan engkau menapaki jalan hitam tak berlampu yang mungkin membuatmu tersesat jauh dari cinta Kekasihku..



Ukhti inginku menapaki jalan damai ini selalu bersamamu untuk memenuhi setiap janji setia pada Illahi Rabbi, meniti hingga akhir, mendekat dan makin dekat hingga kita dapat menikmati indah wajah Rabbul Izzati bersama jiwa2 pasrah perindu syurga.



“Alloh menjadikan isteri Firaun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata : ‘wahai Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah Rumah disisi-Mu dalam Surga, Selamtkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya. Selamatkanlah aku dari kaum yang Dzolim’.”

(At-Tahrim: 11)



Untuk: seluruh ukhti di bumi Alloh, semoga Alloh selalu menjagamu, menguatkan langkahmu, dan memberimu kepribadian para bidadari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar