Sepekan ini, entah kenapa selalu ingin kembali melewati lorong lorong Rumah Sakit Persahabatan, lama tidak melewati nya hampir sebulan.
melewati lorong dan jalan seputar Rumah sakit itu bagai memutar semua cakram cakram kenangan, ada sedih, ada kesal, tangis, sipu malu, senyum tak tedefinisi, harapan, khawatir, doa dan entah banyak lagi ekspresi saya disana.
Setahun lalu banyak sekali fase saya lewati, mengenal banyak orang, selintas mengambil pelajaran, teman, sahabat, kawan. Dari yang semula tak kenal, menjadi kenal, dekat, dari yang semula dekat, jauh dan seolah tak kenal. Bahkan sampai menghapus dari yang semula kenal dan dekat.
Mula nya Agustus 2008, ba'da selesai kuliah, saya kira setahun ini adalah masa amat "mewah" dalam hidup saya, Alloh saya rasakan semakin dekat.. dekat sekali.. banyak sekali pelajaran dan ujian yang Alloh berikan kepada saya yang membuat saya semakin aware, Alloh tengah mengawasi saya dengan lekat tahun tahun ini, lewat berbagai ujian Nya dan saya rasa bukan pada saya saja, pada beberapa sahabat pun demikian. Bahkan lebih berat.
Aihh,, subhanalloh,, Maha Suci Alloh memberi banyak saya ruang dan waktu untuk belajar, meski kadang benar benar tertatih, serapuh rapuh diri saya rasakan tahun ini, Alloh banyak memberi masa dimana saya rasakan bahwa Alloh tak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya, namun sampai di titik titik batas itu. sedikit lagi. sedikit lagi tahap tak tertahankan.
Alloh memberikan moment dimana saya baru benar merasakan tiap konsekuensi kata dan sikap tak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Alloh,, Ya Alloh Robbi.. benar sekali, Alloh saja satu satunya tempat bergantung,, tak ada lagi. tak ada yang lain. Dan indah sekali semua yang nol itu menjadi 10, 100, 1000 bahkan tak berhingga.
Sebelumnya saya selalu menganggap hidup itu mudah,, hanya berupa hari hari yang berlalu, melewati beberapa aktivitas, kalau senang tertawa, kalau sedih menangis dan bercerita, kalau lapar makan, kalau kenyang tidur, cupu banget ya,, tapi ternyata.. Alloh itu Dzat yang benar benar Maha Adil, disiapkanlah dulu seorang hamba dalam ruang dan waktu belajar yang panjang, kemudian ujian itu pun datang,, sayang saya tak serius belajar di kehidupan saya, ketika ujian itu datang saya baru sadar sedemikian kerdil jiwa saya, sedemikian lemahnya iman, sedemikian tipisnya kepercayaan saya pada Alloh. beberapa tahun sudah, bukan waktu yang sebentar saya bergabung dalam jamaah kebaikan, menggali banyak ilmu tapi kenapa tak mengurat daging semua ilmu ilmu itu, bukan kesalahan guru dan lingkungan saya tapi kelemahan hati dan “kebebalan” dalam menangkap banyak kejadian yang sebenarnya banyak bernilai hikmah..setiap kata akan menuai konsekuensi terlebih seorang yang mengaku dirinya da’I (tersenyum saja..)
Tak ada pilihan, selain menjalani,, tak ada pilihan selian mengikhlaskan, tak ada pilihan selain berkata “ ini belum saat yang tepat untuk menuai senyum bahagia” ini fase bekerja, ini fase semangat harus saya tampakkan, ini fase saya harus bertangguh tangguh berurai keringat, jiwa jiwa rapuh saya untuk saya didik lebih baja. Aaaaahhh berat sekali ya Alloh,, karat nya sudah menebal di hati, ilalang nya sudah sedemikian tinggi,, aplikasi Rukun Iman saja nyaris tak lulus,, Iman kepada Alloh, kepada Malaikat malaikat Alloh, kepada Nabi dan Rasul, Kepada Kitab Kitab Alloh, kepada Hari Akhir, kepada Qodo dan Qodar.
Banyak merenung untuk memulainya, bukankah Roda harus berputar untuk berpindah tempat, bila ia stagnan atau diam maka pengemudinya jatuh (analogi Kawasaki athlete yang terkenang selalu), bukankah dunia harus berputar untuk menjaga kehidupannya, bukankah cangkir harus dibakar untuk menjadi cangkir yang cantik, bukankah setelah roda dibawah ia sedikit demi sedikit bergerak keatas, setelah malam ada siang, setelah pekat ada terang, setiap amal pastilah Alloh catat, lalu apalagi yang kau khawatirkan,, apalagi yang harus ditangisi bila saat ujian dan musibah mendera Alloh tengah memeluk dengan erat??
''Dan bahwasannya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis'' (QS, al-Najm [53];43)
Robbi, melepaskan sesuatu yang amat diinginkan dan harapkan amat berat,, tak bisa sekejapan, saya hanya ingin berkata saat itu,, cukup..saya sudah tak kuat..jangan lagi..
Ketika sesak sedemikian berat, ketika tangis benar2 ingin tumpah, ketika kaki benar2 lunglai, ketika jiwa serasa sempit, ketika ingin bercerita namun dirasa semua orang akan mencemooh, bosan, dan akan mendengarnya dengan terkantuk kantuk, atau sambil lalu karena mereka juga punya masalah, atau akan menjawabnya dengan kata2 yang sudah bisa saya tebak “sabar”, kemana akan dilabuhkan semua keluh itu, saya memilih bermonolog dalam hati, mengarang2 cerita sebelum tidur, mengolah mimpi, mendoakan orang orang yang saya nilai dzolim (walau ada sebagian doa saya yang masih agak jahat,, suruh siapa dzolim hohoho) , tapi doa yang buruk ga dikabulkan kayaknya mah..karena ini :
Allah akan mengabulkan doa salah seorang diantara kalian sepanjang tidak berdoa untuk sebuah dosa, atau memutuskan tali silaturahim atau tergesa-gesa untuk dikabulkan sehingga dia mengatakan : aku telah berdoa namun aku tidak melihat doaku dikabulkan, lalu dia meninggalkan doa (HR. Bukhari).
Setahun ini mau tak mau, suka tak suka saya ditempa, lewat keluarga, ujian keistiqomahan, waktu yang menyempit, amanah2 yang semakin tak terkejar, konsekuensi kata, orang orang terdekat, impian yang hilang, doa doa yang seolah “tak terijabah”, prasangka, tertawaan orang lain, lemah sekali Rabb,, sampai mana lagi batas kemampuan hamba,,?.. tapi entah mengapa saya yakin, senyum dan bahagia itu milik saya, suatu saat (::bigsmile::) bukan di dunia, ooh tak usah khawatir ada akhirat rumah sejati kita,, ini persinggahan sementara (kata2 yang membuat saya merasa saya amat banyak punya harapan).
Aaahh, temans kalian amat berharga, lebih berharga dari sejuta kenangan, walaupun kenangan itu masih ingin disimpan dalam kotak kaca,belum ingin dibuang letakkan diatas lemari, tutup ia dengan selimut tebal, halangi dengan buku buku, yaa,, biarkan ia disitu, suatu saat ia akan menjelma jadi satu hal yang klasik,,
Senyum amat berat saya rasa kini, belum pernah saya sejatuh kemarin, tapi belum pernah saya merasa seistimewa kini,, hmm, saya bukan kalah, lihatlah bukan saya yang memohon pada seorang hamba,, saya merdeka. Ibarat bangsa yang merdeka, pahit juga lah isi kemerdekaan itu dimula, tapi saya yakin ALLOH TENGAH MEMULIAKAN HAMBANYA yang diuji dengan hal hal yang berat, dan kini saya merasa berbeda,,
Alhamdulillahirobbil alamin..
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah : 186)
Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan). Kafur ialah nama suatu mata air di surga yang airnya putih dan baunya sedap serta enak sekali rasanya.” (QS, al-Insan [76]: 5-22).
Lihat ayat itu temans,, ayo ayo tersenyum dan bangkitlah….
:: bigsmile ::
Kamis, 27 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar