Selasa, 03 November 2009
Jumat, 30 Oktober 2009
Sajadah nafas..
Menelikungi malam,.. menyerap redup senja,..
ahh biar saja malam merayap,
kutunggu ia sampai bosan bertambah gelap
dengar, banyak tasbih menderas dari bibir yang tersyahadatkan..
semua merayu..
semua menghiba..
aku mau menghanyut dalam lautan tasbih itu..
mengangkat jiwaku lalu kulabuhkan semua yang kurasa..
ahh Rabb.. ingin aku sampaikan sendiri setiap syukur dan pemujaan kepada Mu..
namun kotor ini.. kotor sekali..
dimana sumur sumur kautsar..
pelarut semua celak celak dosa berjelaga..
aku ingin menjumpaimu Rabb.
agar tak lagi terlupa dengan sumpahku "Rabbana.. qoolu balaa syahidna.."
hm.. samar kulihat ada satu garis memanjang...
itukah jalan menujumu..
kurengkuh dan kubaringkan ia diatas lantai..
lalu kusembah Engkau.. dan kutemui dalam tiap hela nafas panjang pendek..
ahh biar saja malam merayap,
kutunggu ia sampai bosan bertambah gelap
dengar, banyak tasbih menderas dari bibir yang tersyahadatkan..
semua merayu..
semua menghiba..
aku mau menghanyut dalam lautan tasbih itu..
mengangkat jiwaku lalu kulabuhkan semua yang kurasa..
ahh Rabb.. ingin aku sampaikan sendiri setiap syukur dan pemujaan kepada Mu..
namun kotor ini.. kotor sekali..
dimana sumur sumur kautsar..
pelarut semua celak celak dosa berjelaga..
aku ingin menjumpaimu Rabb.
agar tak lagi terlupa dengan sumpahku "Rabbana.. qoolu balaa syahidna.."
hm.. samar kulihat ada satu garis memanjang...
itukah jalan menujumu..
kurengkuh dan kubaringkan ia diatas lantai..
lalu kusembah Engkau.. dan kutemui dalam tiap hela nafas panjang pendek..
Sajadah nafas..
Menelikungi malam,.. menyerap redup senja,..
ahh biar saja malam merayap,
kutunggu ia sampai bosan bertambah gelap
dengar, banyak tasbih menderas dari bibir yang tersyahadatkan..
semua merayu..
semua menghiba..
aku mau menghanyut dalam lautan tasbih itu..
mengangkat jiwaku lalu kulabuhkan semua yang kurasa..
ahh Rabb.. ingin aku sampaikan sendiri setiap syukur dan pemujaan kepada Mu..
namun kotor ini.. kotor sekali..
dimana sumur sumur kautsar..
pelarut semua celak celak dosa berjelaga..
aku ingin menjumpaimu Rabb.
agar tak lagi terlupa dengan sumpahku "Rabbana.. qoolu balaa syahidna.."
hm.. samar kulihat ada satu garis memanjang...
itukah jalan menujumu..
kurengkuh dan kubaringkan ia diatas lantai..
lalu kusembah Engkau.. dan kutemui dalam tiap hela nafas panjang pendek..
ahh biar saja malam merayap,
kutunggu ia sampai bosan bertambah gelap
dengar, banyak tasbih menderas dari bibir yang tersyahadatkan..
semua merayu..
semua menghiba..
aku mau menghanyut dalam lautan tasbih itu..
mengangkat jiwaku lalu kulabuhkan semua yang kurasa..
ahh Rabb.. ingin aku sampaikan sendiri setiap syukur dan pemujaan kepada Mu..
namun kotor ini.. kotor sekali..
dimana sumur sumur kautsar..
pelarut semua celak celak dosa berjelaga..
aku ingin menjumpaimu Rabb.
agar tak lagi terlupa dengan sumpahku "Rabbana.. qoolu balaa syahidna.."
hm.. samar kulihat ada satu garis memanjang...
itukah jalan menujumu..
kurengkuh dan kubaringkan ia diatas lantai..
lalu kusembah Engkau.. dan kutemui dalam tiap hela nafas panjang pendek..
Selasa, 20 Oktober 2009
Aku Menyebutnya..

Aku menyebutnya hidup
tentang pendar pendar jingga emas di awal masa..
Aku menyebutnya sebab hidup
tentang repetisi cinta berbeda pada satu masa di mana Sang Maha meminta kesaksian
Aku menyebutnya konsekwensi hidup
ketika kau tertawa nyaris tanpa suara,
menangis tertahan sebab amarah,
kecewa,
sedih,
yang tak kau mengerti dimana berakhir..
Ah..aku ingin menapak pelangi bercanda dengan hujan,
ikut murung senada mendung.
Tapi,kata teman bahagia itu di bumi,
di hati para manusia bidadari,
yang tunduk dalam sujud panjang dalam sendiri..
Selasa, 15 September 2009
Selalu menyukai hujan...

Dan Rinai Hujan membawa angin..
Aku tak mau ke beranda
karena aku tengah menghitung tiap titik yang jatuh
menadahkan tangan
mencari rahmat yang meluncur di tiap bulirnya
lalu aku dengan bebas merapal doa
Petir, aku tetap tak mau menepi
petir seperti jawaban doa..
dengar tiap kuselesai satu doa.. ada petir berbunyi
mangaminkan..
Hujan yang berbeda,
karena hujan pertama adalah pengahapus dosa
hujan sebelumnya adalah mimpi dusta dusta
aku masih tak mau masuk..
dimana ya.. dimana keberkahan di tiap tetes nya??
biar satu satu kutangkapi
biar dua dua ku rasai ..
lalu ku bawa masuk semua ke beranda
kubagi bagi dalam kantung jiwa..
kutambah dengan bunga bunga
lalu kukembalikan dalam bentuk syukur
Hujan.. mana lagi rinai mu..
aku belum selesai..
baru selaksa harap..
aku masih punya berjuta
Senin, 14 September 2009
Sore Romantis kemarin tuh..

Sore kemarin, saya bertekad melakukan satu hal nekat, Fyi saya pemalu aslinya mua ha ha (make ketawa nya mister),
Bermula dari satu Foto profile KEREN yang saya lihat muncul di beranda fesbuk saya, wwwuuiiihhh... ituh kaya pernah lihat,, di Sabili.. cover seorang anak PUNK lagi pegang Al Qur'an..red. tilawah, dulu ya waktu saya lihat ntu cover Sabili, saya merinding.. Subhanalloh..
Maha Suci Alloh ya, memberikan kemudahan setiap hamba untuk mendekat bagaimanapun caranya..
Saya dulu sempat berpikir ya, ntu cover Sabili mungkin cuma pake orang bayaran buat menguatkan isi cerita, tapi klo kaya gitu mah bukan Sabili banget.. saya lagganan Sabili udah 10 tahunan.. dan kenal lah type majalah itu.. saya jadi penasaran, tu anak anak PUNK yang ngaji mainnya dimana ya??
saya dengan nekatnya berkomentar pada wall seseorang yang belum saya kenal ><>
akhirnya bisa kenalan sama seorang mba baik hati yang mau saya repotkan dengan chatting sama saya, tanya macem macem, rebet rebet janjian waah ternyata mereka mau manggung di Chic, deket kantor tuh,, ini sih judulnya jodoh.. yap, setengah 6 Graha Indosat, ga pake telat.. (aseli nekat)
saya juga kaget, kenapa saya se spontan ini, entahlah saya ingin sekali ketemu dengan teman teman itu,, ingin berteman ahh terlalu cepat.. mengenal dulu laah.. jam 17.00 wuiw.. kantor udah kosong, dengan semangat berkobar kobar (haaaayyyyyaaahh..) ke alfama*t dulu, beli eskrim 2 kotak buat ta'jil bareng..
naik bajaj..!! drep drep drep.. dddddeeeerrrrtttt.. (bajaj gituh, harmony nya berantakan sangat,, ga kaya kereta)
singkat cerita, ketemu sama mba baik hati di Ari*n Mall.. kopdaran mah suka gitu, lucu ajah selisih jalan terus,
sampai disana bertemu mereka, hhmmhh,, saya melting.. entahlah mereka KEREN..
____________________________ bingung komentar apa
cuma sebentar disana, ga sempat lihat mereka main sih.. tapi sempat berinteraksi, berkenalan, kenalan sama yang ada di foto ituh, rambutnya udah turun (ga jigrak lagi), mereka .. mungkin seusia adik saya, masih muda, menghentak, punya jalan pikir sendiri, energik, bahagia..
kebersamaan, hangat..
wuah, sungguh sore kemarin, walau sebentar bila saya memandang dari nurulsentris amat berharga, saya tengah merasa punya sentral yang lain untuk saya sinari, jadi fokus saya, kerdil sekali ternyata hidup saya selama ini..
melihat mereka saya sadar bahwa.. kampus amat mewah terlebih kampus saya, disana saya tak mendengar percakapan yang membuat tiap orang merasa jengah, inferior, berpusing kepala, atau merasa tak pandai, disana saya tak mendengar gerak gerik setimpal angkuh seperti mendongakkan dagu, pandangan seolah tak melihat, sok pintar, alis terangkat sok cerdas..
tertawa, salam hangat, duduk bersisian, hei kau dan aku sama lho..!
anti kemapanan, mapan bila bermakna kemunafikan, mapan bila bermakna borjuis dengan mengisap barang laknat bernama narkoba, mapan bila kau tak berpikir tentang berbagi pada sesamamu..
mereka masih merokok, saya hirup beberapa kali asapnya secara tak sengaja, tapi senang saya menutupi asap rokok itu,, haaah..
semua makanan ta'jil yang dibawa habis, termasuk es krim saya (duuh seneng banget!)
mereka memilih hidup begitu, dengan beberapa orang masih bertato permanen, dengan masih merokok, tapi.. mereka jujur pada jalan hidup yang mereka pilih dan yang terpenting mereka mau belajar.. perlahan namun pasti.. jelas karena mau menamai gerak mereka dengan filosofi menarik "PUNK MUSLIM"
*
Islam, indah ya.. dapat dimaknai siapa saja dengan haru biru,, perlahan saja..
semoga Alloh menuntun kita semua dalam jalan menuju Nya..
semoga Alloh menjaga kita semua dalam keberkahan iman..
semoga tiap cinta yang kita berikan ke Alloh jujur, murni tanpa embel embel duniawi..
Kamis, 03 September 2009
Salah Jurusan
Ya Alloh, Akuntansi kenapa tiba tiba saja kau membuat ku merasa aku salah jurusan untuk yang kesekian kali...
Ya Alloh, mudahkan..mudahkan.. huaaaaa....
Pajak, mengapa dirimu bersaudara begitu dekat dengan akuntansi, kalian dua bersaudara yang membuatku seolah tak berdaya... arrrgggghhh..
ToT
Ya Alloh, mudahkan aku melantak kan semua misteri laporan dan pajak ini, aminn..
tapi tapi.. aku tak akan menyerah,, Insya Alloh.. setidaknya kalau harus menyerah harus khusnul khotimah.. !
Langganan:
Entri (Atom)

