Kamis, 27 Agustus 2009

Memaknai Syukur itu

Saya jadi ingat ketika dalam suatu masa, saya yang masih muda (hah?! sekarang?! kan lahir tahun 1907...hehe), lagi mengotak (saruan dari melingkar..)dengan teman satu kelas di SMA.. Mba yang gemar berjilbab biru dengan raut wajah yang ramah membahas tentang syukur.(katanya mencoba menafikan setiap akhwat suka warna pink.. what de maxud? saya juga ga gitu suka pink, tapi punya lah baju, rok, dan jilbab pink semenjak jadi mbahnya akhawat2 di FSI hehe..).

Yap syukur itu..“Idzharu ni’matil mun’im bitasharrufiha ‘ala ma yuwafiqu biiradatil mun’im” (menampakkan ni’mat yang diberikan oleh DZat pemberi ni’mat dengan cara mentasharrufkannya pada hal yang yang sesuai dengan kehendak DZat pemberi ni’mat).



Yah syukur itu, menampakkan nikmat dari Alloh sebagai tanda bersyukur, matching kan sama hal tentang islam lain yang mengatakan, islam itu berputar di sekitar keindahan, walopun jangan sampai berlebihan dan meninggalkan zuhud sebagai hal yang juga esensi. Syukur itu, hal yang sering banget terlupakan. Misal kita nih, (kita?!) sebagai anak kuliahan, ngekost, jauh dari orang tua, tanggal tua, hari kamis pula (standar: anak luar daerah, dapet kiriman seminggu sekali, dan dari keluarga biasa ajah, kayak saya) lagi laper banget, dan uang tinggal dikit.. mau minta tambahan sama ortu gak enak, tapi emang lagi gak punya uang, eh tiba2 ada temen milad, ngajakin makan di Nasi Bakar Margonda (halah…based on true story) nah, ini nih fase syukur ini diuji..mungkin kita udah alhamdulillah, tapi sepadan gak ya rasa syukur kita dengan doa minta rezeki sebelumnya,, ngerti kan ya maksudnya?, Islam mengajarkan kita membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih baik, begitupun dalam bersyukur kepada Alloh SWT. Bersyukur dengan makna yang lebih, dengan hamdalah dan melakukan amal lain sebagai wujud syukur kita, atau minimal tidak menyesali takdir Alloh atas diri kita, kalo katanya temen saya yang punya nama “Jati Nantiasa” :

sejatinya kita bukan milik dia atau mereka atau bahkan milik kita sendiri.

ya benar, kita milikNya. Maka wajar saja ketika Ia menggunakan hakNya. tugas kita hanya menerimanya. Wallohualam.. (Quotation of the Day)



Saya jadi ingat waktu saya kecil saya suka “mengeluh”, saya suka tanya sama ibu, waktu saya dibilang punya nama yang kampungan karena ada Ainul Mardiyah nya (dasar anak2 SD..!hehehe) ibu saya Cuma senyum2 aja, waktu saya cerita nama saya dibilang kampungan..(haha tau gak artinya ainul mardiyah…wupps…hehe), karena temen SD saya punya nama lebih “barat” atau ketika saya mengeluh sama ibu,, kenapa sih waktu SD setiap sabtu, temen – temen saya diantar dengan mobil atau motor tapi ayah hanya mengantar saya dengan sepeda?, ketika saya tanyakan itu sama ibu, paginya saya lihat seekor kucing kecil berjalan hanya dengan menggunakan 3 kaki karena satu kakinya cacat..hmh..saya merasa beruntung dan menyesal tidak bersyukur, itu kucing lho nurul, masih kecil, kakinya tiga, dan suka di jahatin orang.. hm sejak itu saya ga pernah lagi menyesal tentang keadaan ekonomi keluarga kami. Atau suatu ketika sepupu kecil saya, ketika kami lagi main-main di mall, “mba nurul, kenapa ya aku gak cantik kayak temen2 aku,,dan kenapa aku mesti pake jilbab tiap main sama mba nurul?”(saya selalu memberikan syarat sama sepupu2 kecil saya kalau mau jalan2 harus pakai jilbab, maksa untuk kebaikan hehe). Saya menjelaskan dengan logika sederhana,

“dek, temen kamu cantik?”

“iya” katanya

“kamu ngerasa gak cantik?”

dan ia hanya mengangguk..

“ dek, temen kamu itu suka di jailin orang dijalan gak?”

“maksud mba apaan sih?”

“maksud mba nurul, dy klo jalan suka di godain gak?, dipanggil2 cowok2 alay gak?”

“iya kadang2”

“nah dek,, kamu beruntung,,kamu gak digodain kan? Coba kamu lebih cantik fisik dari dy..,enggak banget kan digodain cowok dekil gak ganteng ? hahaha”

(ini murni omongan ke anak kecil gak maksud..sama sekali)

”cantik itu dek, klo kamu punya brain, behave kamu bagus, cerdas, kamu diperhitungkan dek”



dan sepupu saya tak menjawab, terserah deh mau ngerti apa nggak.

Dan ketika kami mau pulang di depan pool taksi, ada mba2 kira-kira usianya 30an tahun, berambut sebahu, seluruh wajah dan tubuhnya ditumbuhi benjolan sebesar kelereng. Sepupu saya mengikuti mba itu dengan matanya, saya senggol untuk mengingatkan dan berbisik “ itu gak sopan dek..” segera saja saya tutup pintu taksi, saya gak tau perasaan mba itu bagaimana, karena yang melihat dengan pandangan aneh, jijik gak hanya adek sepupu saya saja. Hmh.. afwan ya mba.. semoga Alloh menguatkan hidupmu..

Sepanjan perjalan pulang sepupu saya hanya diam..sengaja tidak saya ganggu ia dengan pikirannya, saya berkata nyaris berbisik.. “dek, kita harus banyak bersyukur..” dan ia hanya mengangguk lemah..mungkin menyesal, mungkin kasihan. Saya pun berpikir mungkin dimata Alloh, mba itu sangat-sangat lebih baik dari kita karena ia bersabar dengan pandangan orang terhadapnya, dengan tangisnya tiap malam minta ketabahan, dengan senyumnya pada setiap pandangan orang sebagai balasan atas pandangan aneh orang-orang. Saya merasa beruntung, setidaknya Alloh SWT mmberikan wajah yang sangat biasa untuk saya, karena tak ada pandangan aneh orang-orang, atau pandangan jahil cowok2 pinggir jalan, atau karena Alloh SWT tak memberikan aya banyak kesempatan bermaksiat atas wajah cantik, dibandingkan artis artis Hollywood yang luar biasa cantik misalnya Marylin Monroe, atau Britney Spears.. setidaknya Alloh SWT masih memberikan saya hidayah indah, dan memberikan saya kesempatan mengenalnya lebih dekat.



Alhamdulillahirobbil ‘alamin..Rabb semesta alam..



Sesungguhnya kita, saya, anda, harus banyak bersyukur, terlalu banyak sisi dalam hidup kita yang penuh cahaya, gelap itu sesaat hanya sejenak, untuk mendewasakan, untuk akhirnya menyadari bahwa cahaya yang kita miliki ada untuk di syukuri.



Dan ingat ayat Alloh ini :

Barang siapa BERSYUKUR ALLOH SWT AKAN MENAMBAH NIKMATNYA, dan barangsiapa TAK BERSYUKUR, MAKA ADZAB ALLOH SWT SANGATLAH PEDIH” (QS. Ibrahim:7)



*Ketika Jumat ini saya rasakan menjadi titik tolak perbaikan..(hamba bersyukur Rabb)*







Tidak ada komentar:

Posting Komentar