Kamis, 27 Agustus 2009

Roti Dan Mentega

“Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab ia dapati makanan disisi nya Zakaria berkata, Hai Maryam, darimana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab “makanan itu dari sisi Alloh” Sesungguhnya Alloh memberi rezeki kepada siapa yang dikehendak Nya tanpa Hisab” (Ali Imron : 37)

Semenjak ditahan dipenjara, aku selalu merenung dan merenungi ayat diatas. Betapa bahagianya sekiranya peristiwa dalam ayat tersebut terjadi padaku, subhanalloh. Begitu selalu suara hatiku berkata.

Sungguhpun dalam keadaan terpaksa (darurat) diperbolehkan bagiku untuk menerima makanan ramsum dari thagut dan antek-anteknya, namun aku belum merasa tenang kecuali setelah memakan makanan yang benar benar “steril”, baik materinya maupun cara memperolehnya. Aku tak ingin dalam tubuhku terdapat secuil dagingpun yang tumbuh dari makanan dan minuman syubhat apalagi haram.

::

Suatu ketika, Kamis petang, sekitar bulan Dzulhijjah aku telah mengakhiri riyadhoh ringan demi menjaga amanah badan, sekitar setengah jam sebelum waktu berbuka tiba, dalam pada itu secara tiba-tiba terlintas dalam diriku sekeping roti tawar dan seoles mentega yang tidak pernah lagi kunikmati sejak hampir dua tahun dalam uzlah ku. Sesungguhnya aku punya keyakinan jika berdoa kepada Alloh, untuk hal hal yang bermanfaat , niscaya –Insya Alloh- Alloh akan kabulkan, namun aku memilih untuk menahan diri, segera aku teringat kembali derita kaum muslimin di bumi palestina, kashmir, Afghanistan, Iraq, dan negeri – negeri jihad lainnya, kuanggap ini sebagai ujian dari Alloh SWT.

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan (ujian) kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan. Dan beritakanlah KABAR GEMBIRA BAGI ORANG ORANG YANG BERSABAR” (Al-Baqoroh: 155)

Jadi mengingat ayat itu segera kuhapus lintasan roti dan mentega itu dari benakku, malu rasanya minta roti dan mentega pada Alloh, sedang yang lainnya menderita. Subhanalloh, walhamdulillah, wala ilaha illallahu, Wallahuakbar.

Tiba-tiba pintu jendelaku diketuk orang ”Assalamualaykum” apa katanya ”kang Imam, ini ada titipan roti dan mentega” Allohu akbar!!!!

(Nurul : bigsmile)

Segeralah kuucapkan Jazakumulloh khair dan orang itu pergi, segera aku bersujud syukur dan menangis. Tangis itu tertahan di rongga dada, berulang-ulang bulu roma di sekujur tubuh ku meremang, memandangkan keagungan Alloh, Allhu Ar razzaq. Dialah pemberi rizki.

”Dia tidak mengantuk, dan tidak pula tertidur”( Al- Baqoroh: 255)

”Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 13)

Aku semakin yakin saja bahwa jalan yang kutempuh ini, adalah benar, peristiwa peristiwa yang Alloh karuniakan kepadaku tidak lain sebagai basyair (kabar gembira) agar aku tidak berduka cita.

”Ingatlah, sesungguhnya Wali wali Alloh itu, tidak ada kekhawatiran terhadap diri mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan dunia dan (dalam kehidupan) akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat kalimat (janji – janji) Alloh, yang demikian itulah kemenangan yang besar” (Yunus: 62)

_Disarikan dari buku, AMT, Ustd. Abdul Aziz_


Wallahualam bishowwab....

:: kisah ini penutup kisah buku itu, memberi sebuah senyum indah ketika saya habis membacanya, ALLOH.. ALLOH sajalah sumber kebahagiaan.. itu benar,, sungguh indah akhir hidup orang orang yang senantiasa dalam pelukan tauhid, dalam pelukkan kesabaran dalam taat kepada Alloh, hatinya selalu memandang lurus saja kepada Alloh, bahkan keluarga dan orang orang yang dicintai, sumber kebahagiaan mereka tak seberapa dibanding berjuta nikmat Alloh yang turun berderas deras dalam kamar uzlah bersama Alloh,, seolah surga sudah memanggil,, paham aku mengapa selalu saja ada indah diwajah wajah orang yang taat pada Alloh, cahaya wajah mereka hanya bisa ditembus oleh perasaan dan hati orang orang yang beriman, menggetarkan, berbeda sekali dengan nikmat memandang wajah orang orang yang sangat kita cintai di dunia ini, mengertilah aku mengapa ”ringkih”nya tubuh Syaikh Ahmad Yasin mampu menguatkan jiwa jiwa para mujahid lain, ini jawabannya kekuatan Alloh saja yang jadi penolongnya..
Indah.. indah sekali...

::Bigsmile::


” Dan inilah jalan ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan jangan lah kamu mengikuti jalan jalan yang lain, karena jalan jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan Nya, yang demikian itu dipeintahkan Alloh agar kamu bertakwa” (Al an’am: 153)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar